Astudestra Ajengrastrı
17 September 2018•Update: 17 September 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Badai Tropis Florence terus menyerang Carolina Utara dan Selatan dengan hujan deras dan banjir pada Minggu.
Badia tersebut kini mengarah ke barat dengan kecepatan 8 mil per jam (13 kpj) menuju Charlotte, Carolina Utara, dengan angin berkekuatan 38 mil per jam (61 kpj).
Korban tewas sejauh ini telah mencapai 14 jiwa, termasuk seorang ibu dan bayi yang tewas di rumah mereka karena tertimpa pohon yang ambruk, dua pria yang tewas karena tersetrum listrik, dan seorang wanita yang terkena serangan jantung.
Banjir bandang juga terjadi di Carolina Utara dan Selatan, dan meskipun kategori badai diturunkan menjadi badai tropis, berbagai perkiraan cuaca tetap memperingatkan adanya banjir di wilayah tersebut.
"Banjir terparah belum mencapai beberapa bagian Carolina, bagian selatan dan tengah Appalachians dari NC barat ke VA barat-tengah dan WV timur," kata Badan Cuaca Nasional melalui Twitter.
Florence telah memecahkan rekor curah hujan tertinggi di Negara Bagian Carolina Utara, dengan membawa curah hujan sebesar 30 inci, menurut Pusat Badai Nasional.
Sejumlah lokasi telah melaporkan adanya curah hujan sebesar 20 inci sejauh ini, dengan prediksi lebih banyak hujan akan turun dalam beberapa hari ke depan.
Ryan Maue, meteorologis di weathermodels.com, memprediksi Florence akan menjatuhkan sekitar 18 triliun galon air di atas teluk Mid-Atlantik, menurut Associated Press. Air sebanyak ini kira-kira setara dengan air di Teluk Chesapeake.
Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pengumuman bencana untuk Carolina Utara, mengucurkan dana federal untuk mempercepat pemulihan, sebut Gedung Putih pada Sabtu. Trump mengumumkan hal ini pada Jumat.
Karena kondisi badai yang telah melemah di beberapa area di timur laut Carolina Utara, Garda Nasional AS bisa beroperasi dengan lebih cepat dan lebih efisien.
"Kami terus menganalisis kondisi di bagian tengah dan tenggara negara bagian untuk mencari celah dan meningkatkan operasi penyelamatan," kata Kapten Bion Steward, pimpinan Garda Nasional yang bertugas merespons Badai Florence di Carolina Utara melalui pernyataan.
Garda telah memobilisasi lebih dari 100 anggota dan 35 tim kapal penyelamatan di air dangkal untuk melakukan misi penyelamatan kepada mereka yang terperangkap badai. Sejauh ini, mereka mengaku telah menyelamatkan lima orang.