Laura Gamba Fadul
13 Agustus 2026•Update: 13 Agustus 2026
Korban tewas akibat gempa kuat yang mengguncang Kolombia pada Senin bertambah menjadi 265 orang, sementara ribuan lainnya terluka dan ratusan orang masih dinyatakan hilang di tengah berlanjutnya upaya pencarian dan penanganan darurat.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella pada Rabu mengatakan sedikitnya 3.494 orang terluka, sementara 496 lainnya masih hilang.
“Upaya kami difokuskan pada mereka yang hilang,” kata De La Espriella.
Berdasarkan hasil penilaian kerusakan yang dirilis Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) pada Rabu, gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas pada rumah warga dan infrastruktur publik.
Sebanyak 9.215 rumah hancur, sementara 45.457 rumah lainnya mengalami kerusakan.
Pemerintah telah menetapkan status bencana nasional untuk memperkuat mobilisasi dan koordinasi kapasitas berbagai lembaga dalam menangani keadaan darurat.
Pemerintah juga mengumumkan bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang di seluruh gedung publik dan kantor perwakilan diplomatik Kolombia di luar negeri untuk mengenang para korban.
Gempa terjadi pada Senin pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT), dengan pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar, menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
USGS mencatat gempa tersebut berasal dari kedalaman 107 kilometer.
Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi pada pukul 08.18 waktu setempat (13.18 GMT), sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar.
Wilayah yang berada di Departemen Choco itu memiliki populasi sekitar 4.800 jiwa dan terletak pada ketinggian 1.288 meter di atas permukaan laut.