Astudestra Ajengrastrı
15 September 2018•Update: 16 September 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Rusia berusaha memfasilitasi terciptanya koridor kemanusiaan di Idlib, Suriah, untuk mencegah jatuhnya korban, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Jumat.
Berbicara dalam konferensi pers gabungan dengan sejawatnya dari Jerman, Heiko Maas, setelah pertemuan mereka di Berlin, Lavrov berkata perbincangan sedang terjadi antara pejabat-pejabat Turki dan Rusia soal situasi di Idlib.
"Kami memfasilitasi negosiasi lokal, perundingan lokal antara kelompok oposisi yang moderat dengan pemerintah Suriah, sama seperti pada zona-zona de-eskalasi lain," ujar Lavrov,
"Dan kami juga membantu dibentuknya koridor kemanusiaan dan tempat aman untuk masyarakat sipil," tambah dia.
Menteri Luar Negeri Maas memperingatkan serangan militer skala besar dari rezim Suriah akan membuat bencana kemanusiaan di Idlib, yang merupakan rumah bagi lebih dari 3 juta jiwa.
Dia meminta Rusia untuk menggunakan pengaruhnya kepada rezim untuk menghindari serangan militer masif, dan mencegah penggunaan senjata kimia oleh rezim.
"Rusia memiliki pengaruh tertentu terhadap rezim Suriah dan kami harap pengaruh ini bisa digunakan," tekan dia.
Sebelumnya pada Jumat, Lavrov berjanji akan mengambil langkah untuk mencegah jatuhnya korban sipil di Idlib, yang merupakan tempat terakhir markas oposisi di Suriah.
"Apapun yang kami lakukan, kami akan memikirkan masalah dan kebutuhan masyarakat di area tersebut... sebuah koridor kemanusiaan akan diciptakan di Idlib, sama seperti yang kami buat di Homs dan Ghouta Timur," ujar dia, dalam rapat di Forum Jerman-Rusia.
"Kami tidak akan bertindak seperti yang dilakukan koalisi pimpinan AS di Mosul atau Raqqa, di mana tidak ada negosiasi soal gencatan senjata lokal dengan kelompok-kelompok oposisi," kata dia.
Lavrov berkata detailnya akan didiskusikan pekan depan dalam pertemuan antara presiden Rusia dan Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan sejawatnya Vladimir Putin akan bertemu di Kota Sochi, Rusia, pada Senin.
Terletak di dekat perbatasan dengan Turki, Idlib adalah rumah bagi sekitar dua juta masyarakat yang kini terusir dari kota itu, dan harus mengungsi ke kota-kota lain karena serangan rezim.
Ribuan pejuang dari Aleppo dan Ghouta Timur direlokasi ke Idlib setahun ini, sebagai bagian dari perjanjian antara pihak-pihak yang berkonflik.
Di awal pekan ini, Presiden Erdogan memperingatkan bahwa serangan rezim kepada Idlib bisa menyebabkan krisis kemanusiaan parah, risiko keamanan untuk Turki, Eropa, dan lainnya.