Surya Fachrizal Aprianus
24 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
By Elena Teslova
MOSCOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan zona aman di utara Suriah sepanjang perbatasan Turki sedang dibahas.
Dia juga melihat kemungkinan pengiriman pasukan polisi militer Rusia di sana.
Berbicara kepada media massa China dan Vietnam di sela-sela kunjungannya di sana, Lavrov mengatakan pihak militer sedang menyelesaikan pembahasan tentang zona aman yang menguntungkan kedua pihak, Damaskus dan Ankara.
Kata Lavrov, zona itu akan ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Turki dan Suriah pada 1998 yang dikenal dengan Kesepakatan Adana.
"Ini adalah kesepakatan kerja sama pemberantasan ancaman teror lintas batas. Termasuk kemungkinan bagi Turki untuk beroperasi di sejumlah wilayah perbatasan di dalam wilayah Suriah," kata Lavrov menjelaskan kesepakatan itu.
"Sekarang format akhir buffer zone sedang disepakati dengan partisipasi pihak militer," kata Lavrov.
Menurut Lavrov di zona itu juga akan ada operasi militer bersama.
Meski demikian, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan pada Sabtu bahwa zona aman di utara Suriah harus di bawah kendali Turki.
Erdogan mengatakan, Kesepakatan Adana mengizinkan pasukan Turki melakukan operasi militer di dalam wilayah Suriah dekat dengan perbatasan Turki untuk memberantas ancaman teror.
Pada 1998, Turki dan Suriah menandatangani kesepakatan di kota bagian selatan Turki, Adana, yang bertujuan menangani ancaman kelompok teroris PKK.
Kamp pelatihan teroris PKK di Suriah ditutup dan bank- bank Suriah juga menolak memberikan layanan untuk elemen-elemen teroris.
Turki dan Suriah juga bekerja sama untuk membersikah ranjau-ranjau di wilayah perbatasan agar digunakan untuk kegiatan pertanian.
Para pejabat Turki telah berulang kali menyatakan, operasi militer lintas batas terhadap YPG/PKK -- PKK cabang Suriah -- akan segera diluncurkan di sebelah timur Sungai Eufrat.