Adham Kako
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Adham Kako
ANKARA
Sebanyak 1.337 warga sipil di distrik yang terkepung, Ghouta Timur, Suriah, tewas karena serangan pasukan rezim selama tahun 2017, kata badan pertahanan sipil Helm Putih, Selasa.
Lewat akun resminya, Helm Putih mengatakan bahwa 12 anggotanya juga menjadi korban.
Sepanjang 2017, Rezim Assad dan pasukan pro-rezim melancarkan sebanyak 403 serangan udara dan 7.325 serangan artileri.
Menurut Helm Putih, beberapa senjata termasuk bom barel dan bom napalm - yang telah dilarang penggunaannya oleh hukum internasional - justru terus digunakan oleh rezim tersebut dan kelompok bersenjata afiliasi rezim di Ghouta Timur.
Ghouta Timur yang terletak di pinggiran kota Damaskus merupakan rumah bagi sekitar 400.000 penduduk.
Sejak akhir 2012, distrik tersebut masih berada di bawah kepungan rezim Assad. Ia juga termasuk dalam zona de-eskalasi - yang didukung oleh Turki, Rusia, dan Iran - di mana tindakan agresi dilarang keras.
Suriah telah dirundung konflik sejak 2011, ketika rezim Assad menyerang aksi demonstransi secara brutal.