Duygu Yener
23 Desember 2017•Update: 25 Desember 2017
Duygu Yener
ANKARA
Bulan Sabit Merah Turki sudah mengunjungi bayi Suriah yang terluka, yang menarik iba warganet dari seluruh dunia.
"Rekan-rekan kami sudah sampai ke anak itu dan kami sedang membantunya," kata Kerem Kinik, kepala lembaga itu, pada Jumat melalui cuitan Twitter.
Kerim Abdallah yang berusia dua bulan kehilangan ibunya yang tewas dalam serangan udara bulan lalu di Ghouta Timur. Dia juga mengalami luka-luka dan kehilangan mata kirinya. Bayi itu sekarang menjadi simbol perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad.
Kinik mengatakan Kerim membangkitkan rasa kemanusiaan karena kondisinya yang memilukan itu.
Serangan terhadap bayi tanpa dosa itu menggambarkan realitas yang dihadapi 400.000 penduduk setempat yang wilayahnya dikepung pasukan rezim, jelas Kinik.
"Membiarkan warga sipil mati kelaparan adalah sebuah kejahatan perang," tulisnya.
Kinik juga membagikan foto tim Bulan Sabit Merah dengan bayi Kerim di laman Twitternya.
Bayi Kerim kini hanya dapat melihat menggunakan mata kanannya saja. Sebagian dahi dan kepalanya masih menyisakan tanda luka yang cukup besar.
Kerim bertahan hidup meski dengan luka parah di dahi kiri dan patah tulang yang serius di bagian kepala.
Wajah Kerim terluka kala dia bersembunyi dalam pelukan ibunya ketika serangan meriam menghujani Ghouta Timur.
Organisasi hak asasi manusia White Helmets dan sejumlah aktivis dunia telah berbagi pesan solidaritas untuk Kerim dengan menutup mata kiri mereka.
Pengguna media sosial di Turki pun sudah membagikan pesan berisi, “Bayi kerim, aku melihatmu. Akhiri Pengepungan Ghouta Timur”.
Dukungan terhadap Kerim meluas setelah video Anadolu Agency viral di Twitter, termasuk foto-foto dukungan dari Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri dan pesepakbola Franck Ribery.