Nani Afrida
18 Desember 2019•Update: 19 Desember 2019
TRIPOLI
Kementerian Luar Negeri Libya pada Selasa mengutuk pernyataan Mesir baru-baru ini terkait Dewan Presiden negara itu sebagai "diplomasi kekanak-kanakan".
Ketegangan antara Pemerintah Libya yang diakui PBB untuk Kesepakatan Nasional (GNA) di Tripoli dan Kairo meningkat akhir-akhir ini setelah Presiden Abdel-Fattah al-Sisi mengatakan GNA "disandera oleh milisi."
Segera, Dewan Presiden yang berafiliasi dengan GNA mengecam pernyataan al-Sisi, menyerukan Kairo untuk mempertimbangkan kembali posisinya dalam krisis Libya.
Dewan mengatakan "memahami hak negara Mesir untuk mencapai keamanan nasionalnya, namun tidak terima ancaman terhadap kedaulatan nasional Libya".
Dewan Presiden Libya kemudian meminta Mesir untuk meninjau kembali posisi mereka pada krisis Libya dan mendukung stabilitas dan perdamaian sipil di Libya, daripada mendukung pasukan yang setia kepada Khalifa Haftar di Libya timur.
Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmed Hafez mencuit lewat twitternya pada Selasa, "Siapa Dewan Presiden Libya, yang mengeluarkan pernyataan hari ini tentang Mesir?"
"Yang kita tahu adalah bahwa dewan ini terdiri dari sembilan orang ... di mana mereka sekarang?" cuit juru bicara itu.
Kementerian Luar Negeri Libya, menanggapi tweet itu pada hari yang sama "Apa yang diumumkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir tidak ada hubungannya dengan pekerjaan diplomatik dan pembicaraannya tentang Dewan Presiden adalah diplomasi yang kekanak-kanakan."
Libya konsisten dilanda konflik sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi yang telah menjabat setelah lebih dari empat dekade.