Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 September 2018•Update: 04 September 2018
Hamdi Yildiz
TRIPOLI
Pemerintah kesatuan Libya yang didukung PBB mengumumkan keadaan darurat di ibu kota Tripoli dan sekitarnya atas bentrokan antara milisi yang bersaing.
Keputusan itu dibuat setelah 38 orang tewas dalam kekerasan yang pecah antara milisi yang bersekutu dengan pemerintah kesatuan yang didukung PBB di tenggara Tripoli sejak Minggu lalu.
Kekerasan meletus setelah Pasukan Infanteri 7 yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan menuduh Brigade Revolusi Tripoli, yang selaras dengan Kementerian Dalam Negeri menyerang posisi mereka di Tripoli selatan.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah mengatakan, "Keadaan darurat telah dinyatakan di dalam dan di sekitar ibu kota Tripoli, dengan mempertimbangkan kepentingan publik dan kemungkinan bahaya dari situasi saat ini."
Libya telah dirundung kekacauan sejak 2011, ketika pemberontakan berdarah yang didukung NATO menyebabkan kematian sang penguasa Muammar Gaddafi setelah lebih dari empat dekade berkuasa.
Sejak saat itu, divisi politik Libya yang keras telah melahirkan dua kursi kekuasaan yang bersaing - satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli - dan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.