Muhammad Abdullah Azzam
03 Desember 2019•Update: 03 Desember 2019
Tufan Aktaş
ISTANBUL
Organisasi internasional perlindungan anak-anak, Save the Children, melaporkan setidaknya 33 juta orang di Afrika Timur dan Selatan tak dapat mengakses pangan yang aman karena efek negatif dari perubahan iklim global.
Melaui sebuah pernyataan tertulis, Save the Children berusaha menarik perhatian dunia tentang Perubahan Iklim di Afrika pada konferensi yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di ibu kota Spanyol Madrid.
Menurut pernyataan itu, lebih dari 1.200 orang meninggal tahun ini karena banjir, tanah longsor, dan angin topan di Mozambik, Somalia, Kenya, Sudan, Malawi, Ethiopia, dan Zimbabwe.
Kenaikan suhu udara di selatan Afrika dua kali lebih tinggi dari rata-rata global. Pada Juni 2019, lebih dari satu juta orang mengungsi di tujuh negara karena perubahan iklim.
Pernyataan itu memperingatkan bahwa 33 juta orang di Sudan Selatan, Zimbabwe, Sudan, Somalia, Zambia, Ethiopia, Malawi, Kenya, Mozambik, dan Madagaskar berhadapan dengan krisis keamanan pangan yang mana situasinya semakin memburuk.
Save the Children meminta para pemimpin yang berkumpul pada konferensi perubahan iklim itu untuk mengambil langkah lebih besar lagi untuk mengurangi dampak krisis iklim global.