Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 November 2018•Update: 12 November 2018
Shukri Hussein
ADEN, Yaman
Menteri informasi pemerintahan Houthi telah membelot ke negara tetangga Arab Saudi, menurut seorang pejabat pemerintah pada Minggu.
Abdul Salam Gaber melarikan diri dari Sanaa dan terbang ke Riyadh, kata seorang sumber yang tidak menyebutkan namanya.
Gaber adalah pejabat pemberontak paling senior yang melarikan diri sejak konflik Yaman pecah pada 2014, ketika kelompok Syiah Houthi menguasai sebagian besar Yaman, termasuk ibu kota Sanaa.
"Para pemberontak sedang berada di ujung napas terakhir mereka," Gaber mengatakan pada konferensi pers yang diadakan di Riyadh pada Minggu.
"Milisi Houthi yang putus asa mencoba untuk menerapkan proyek dan skema asing yang tidak lazim bagi Yaman dan rakyatnya," katanya.
Dia menegaskan bahwa kelompok pemberontak telah melakukan kejahatan yang mengerikan.
Mantan menteri itu memuji intervensi yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, mengatakan bahwa situasinya bisa lebih buruk tanpa tindakan mereka.
"Masa depan Yaman harus ditentukan oleh putra-putranya yang terhormat," katanya.
Menurut media Saudi, Gaber dipaksa untuk bekerja dengan Houthis.
Sementara itu, Al-Hadath Saudi TV menayangkan video yang memperlihatkan Gaber yang sedang berbicara sambil dilempari sepatu ke arah wajahnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Belum ada tanggapan apa pun dari kelompok pemberontak tentang pembelotan ini, tetapi televisi yang pro terhadap Houthi, Al Masirah, mengatakan Deifullah al-Shami diangkat sebagai menteri informasi baru di pemerintahan Houthi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya melancarkan kampanye udara di Yaman untuk menggulingkan kekuasaan Houthi.