07 Agustus 2017•Update: 08 Agustus 2017
Hussein Qabani
KAIRO
Mantan pemimpin gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir Mohammed Mahdi Akef, 89, sedang dalam keadaan kritis, ungkap putrinya, Minggu.
“Kondisi ayah saya semakin memburuk dari hari ke hari. Ia tidak bisa makan atau minum dan harus bertahan hidup dengan serum yang buruk untuk kesehatannya. Jika ia tidak meninggal karena tidak makan atau minum, ia akan meninggal karena serum,” kata Alyaa Akef dalam postingan Facebook-nya.
Hingga saat ini belum ada komentar dari pihak berwenang Israel terkait laporan tersebut.
Akef ditangkap setelah Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, digulingkan oleh militer pada pertengahan 2013.
Akef lahir pada 12 Juli 1982, merupakan Pemimpin Tinggi ketujuh Ikhwanul Muslimin, dan mengundurkan diri dari kepemimpinannya pada 2010.