Menlu Mesir, Oman dan Iran adakan pertemuan untuk redakan ketegangan regional
Badr abelatty melakukan pembicaran secara terpisah lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Omana Badr Albusaidi dan Menteri dan Menteri Iran Abbas Araghchi membahas negosiasi tidak langsung baru-baru ini di Oman antara Teheran dan Washington
Ibrahim Khazen, Ikram Kouachi
14 April 2025•Update: 15 April 2025
KAIRO / ANKARA
Menteri Luar Negeri Mesir mengadakan pertemuan pada Minggu dengan rekan sejawatnya dari Oman dan Iran, bersama dengan untusan AS Steve Witkof, untuk meredakan ketegangan regional dan mengamankan gencatan senjata yang berkelanjutan di Jalur Gaza.
Badr abelatty melakukan pembicaran secara terpisah lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Omana Badr Albusaidi dan Menteri dan Menteri Iran Abbas Araghchi membahas negosiasi tidak langsung baru-baru ini di Oman antara Teheran dan Washington, kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan.
Diplomat Mesir ini juga melakukan pembicaraan serupa dengan Witkoff.
Menurut pernyataan tersebut, Abdelatty memuji "peran konstruktif dan vital" Oman dalam memfasilitasi negosiasi dan menegaskan kembali dukungan penuhnya untuk "semua upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi politik melalui dialog dan negosiasi untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional."
Diplomat Mesir juga memuji AS dan Iran atas kerja sama dan kemauan mereka untuk menempuh jalur diplomatik, dengan menyatakan bahwa keterlibatannya"membuka pintu bagi solusi yang mengurangi ketegangan di kawasan tersebut."
Abdelatty menyuarakan harapan bahwa dialog yang sedang berlangsung akan "memulai fase baru de-eskalasi" dan dengan cepat mengarah pada gencatan senjata permanen di Gaza.
Penjangkauan itu dilakukan sehari setelah Oman menjadi tuan rumah putaran pertama perundingan tidak langsung AS-Iran, dengan kedua belah pihak menggambarkan diskusi tersebut sebagai "positif dan konstruktif."
Putaran kedua dijadwalkan berlangsung minggu depan.
Pembicaraan tersebut berpusat pada program nuklir Iran dan pelonggaran sanksi. Sementara Washington dan Tel Aviv menuduh Iran berupaya mendapatkan senjata nuklir, Teheran menegaskan programnya semata-mata untuk tujuan damai, termasuk pembangkitan listrik.
Egypt’s foreign minister held talks on Sunday with his counterparts from Oman and Iran, along with US envoy Steve Witkoff, to calm regional tensions and secure a sustainable ceasefire in the Gaza Strip.
Badr Abelatty held separate phone conversations with Omani Foreign Minister Badr Albusaidi and Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi to discuss a recent round of indirect negotiations in Oman between Tehran and Washington, the Egyptian Foreign Ministry said in a statement.
The top Egyptian diplomat also held a similar talks with Witkoff.
According to the readout, Abdelatty commended Oman’s “constructive and vital role” in facilitating the negotiations and reiterated his full support for “all efforts aimed at achieving political solutions through dialogue and negotiation to strengthen regional security and stability.”
The top diplomat also praised the US and Iran for their cooperative tone and willingness to pursue a diplomatic path, stating that such engagement “opens the door for solutions that reduce tensions in the region.”
Abdelatty voiced hope that the ongoing dialogue would “launch a new phase of de-escalation” and swiftly lead to a permanent ceasefire in Gaza.
The outreach came a day after Oman hosted the first round of indirect US-Iran talks, with both sides describing the discussions as “positive and constructive.”
A second round is scheduled to take place next week.
The talks centered on Iran’s nuclear program and the easing of sanctions. While Washington and Tel Aviv accuse Iran of seeking nuclear weapons, Tehran maintains its program is strictly for peaceful purposes, including electricity generation.
Menlu Mesir, Oman dan Iran adakan pertemuan untuk redakan ketegangan regional