28 Juli 2017•Update: 30 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Pemerintah Indonesia resmi melepas keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia berjumlah 388 orang yang berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede menuju tanah suci.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Ali Taher, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta Abdurrahman, dan sejumlah pejabat lainnya turut melepas kepergian rombongan jemaah yang diberangkatkan bersama dengan 1 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 1 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), serta 3 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Total yang diberangkatkan (digabung dengan jumlah petugas) ialah 393 orang.
Menteri Lukman menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Arab Saudi. Ibadah haji sangat mengandalkan stamina fisik yang prima, karenanya kesehatan menjadi yang utama.
"Karena Bapak dan Ibu sekalian adalah kloter awal yang akan tiba lebih dahulu di Madinah dan beberapa minggu tinggal di Mekkah sebelum wukuf di Arafah, jangan diforsir [kesehatannya] untuk beribadah, harus diimbangi dengan kondisi kesehatan kita,” kata Menteri Lukman.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan agar jemaah selalu bepergian rombongan ketika ke Masjidil Haram atau tempat-tempat lain demi keamanan.
Menteri Lukman juga berpesan agar jemaah haji menjaga nama baik Indonesia selama beribadah di sana dan tidak melakukan hal-hal yang sekiranya dapat mencoreng nama bangsa.
“Setiap kita menyandang [bendera] merah putih, kita dilihat oleh seluruh jemaah dunia. Oleh karenanya saya mohon jaga nama baik [negara] dengan bertindak, berperilaku dan bersikap yang baik,” ujarnya.
Kloter I menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 7261 dan diberangkatkan dari Bandar Udara (Bandara) Halim Perdana Kusuma Jakarta dan akan mendarat di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi.