06 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Jajaran Menteri Luar Negeri ASEAN mengecam keras atas meningkatnya eskalasi ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea. Pernyataan bersama ini dikeluarkan dalam ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM) ke-50 di Manila, Sabtu.
“Ketegangan ini mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia,” seperti yang tertulis dalam pernyataan bersama.
Juru Bicara Kemenerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu inisiator pernyataan bersama ini.
“Kami prihatin atas ketegangan yang terjadi di sana dan mengutuk setiap tindakan kekerasan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam PBB,” ujar Armanatha kepada Anadolu Agency, Minggu.
Sederet uji coba dan peluncuran rudal balistik dilakukan oleh misil balistik antar benua Masyarakat Demokrat Republik Korea (Democratic People’s Republic of Korea/DPRK). Seperti yang terjadi 4 dan 28 Juli 2017 dan 2 uji coba nuklir pada tahun lalu.
Kesepuluh Menlu ASEAN mendesak Korea agar mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB. Korea sebaiknya menahan diri demi terciptanya situasi kondusif dan dialog untuk menghilangkan ketegangan.
“Kami mendukung inisiatif untuk memperbaiki hubungan antar-Korea dan membangun perdamaian permanen di Semenanjung Korea. ASEAN siap memainkan peran konstruktif berkontribusi dalam perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea,” ujar pernyataan bersama itu.