Maria Elisa Hospita
20 September 2018•Update: 20 September 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel membahas perkembangan situasi terbaru di Suriah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon.
Juru bicara pemerintah Steffen Seibert mengatakan bahwa keduanya membicarakan perjanjian antara Turki dan Rusia baru-baru ini untuk membentuk zona demiliterisasi di provinsi Idlib, barat laut Suriah.
"Kanselir menyambut upaya perlindungan penduduk sipil dan pencegahan eskalasi militer," kata Seibert dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu.
Selain itu, Merkel dan Putin juga membahas situasi di Ukraina Timur dan masalah-masalah kemanusiaan.
Saat pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Putin di Sochi pada Senin, Turki dan Rusia sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, benteng terakhir oposisi di Suriah.
Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan "stabilisasi" di zona de-eskalasi Idlib, di mana tindakan agresi dilarang secara tegas.
Menurut MoU, pasukan Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sepanjang zona perimeter untuk mencegah pertempuran baru.
Idlib, yang terletak di dekat perbatasan Turki, adalah rumah bagi lebih dari tiga juta warga Suriah. Sebagian besar penduduk telah melarikan diri ke kota-kota lain setelah serangan pasukan rezim Bashar al-Assad.
Bulan lalu rezim Assad mengumumkan akan melancarkan serangan militer besar-besaran ke Idlib, yang sejak lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
PBB memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".