03 Oktober 2017•Update: 04 Oktober 2017
Zeynep Tufekci
KAIRO
Kementerian Luar Negeri Mesir pada Senin mengatakan bahwa otoritas telah menghancurkan rudal anti-tank kiriman Korea Utara.
Sebelumnya, surat kabar Amerika Serikat (AS) Washington Post menyebutkan bahwa "sebuah kapal misterius berlayar menuju Terusan Suez".
Kementerian telah membantah laporan tersebut dan menyatakan bahwa pengiriman tersebut bukan ditujukan untuk Mesir.
"Dewan Keamanan PBB mengapresiasi peran Mesir dalam implementasi keputusan atas Korea Utara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ahmed Abu Zeid.
Abu Zeid mengatakan, laporan tersebut berupaya memberi kesan bahwa Mesir tidak berkomitmen terhadap implementasi resolusi Dewan Keamanan atas Korea Utara.
"Otoritas Mesir telah mengamankan sekaligus menghancurkan rudal kiriman tersebut di hadapan panel ahli dari Komite Sanksi Korea Utara 1718," jelasnya.
Menanggapi laporan bahwa Mesir merupakan tujuan akhir pengiriman, Abu Zeid mengatakan bahwa laporan dari komite sanksi tidak menyebutkan "sejauh atau sedekat apa" kapal kiriman itu dari Mesir.
Korea Utara telah mendapat sanksi keras dari AS serta kecaman dari masyarakat internasional karena uji coba nuklir dan rudal.
Uji coba nuklir pada 3 September telah mengakibatkan diberlakukannya resolusi Dewan Keamanan PBB kesembilan sejak 2006.