Hayati Nupus
05 Maret 2019•Update: 05 Maret 2019
Ekip
Kairo
Mesir akan menjadi tuan rumah pertemuan menteri Arab pada Selasa untuk membahas situasi di Libya yang dilanda konflik.
Pertemuan itu akan mengumpulkan para menteri luar negeri Mesir, Aljazair dan Tunisia untuk membahas krisis Libya, ujar surat kabar Al-Ahram yang dikelola pemerintah, Senin.
Belum ada informasi yang menjelaskan detail pertemuan.
Otoritas Mesir belum mengkonfirmasi pertemuan tersebut.
Pada awal 2017, ketiga negara meluncurkan inisiatif tripartit demi mempercepat penyelesaian politik untuk krisis di Libya yang menyerukan penolakan solusi militer.
Libya dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO mengakibatkan penggulingan dan kematian orang kuat Muammar Gaddafi setelah lebih dari empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing – di Tobruk dan Tripoli – dan sejumlah kelompok milisi bersenjata lengkap.