14 September 2017•Update: 14 September 2017
Nancy Caouette
MEXICO CITY
Polisi federal di Brasil pada Rabu menangkap miliarder Brasil dengan tuduhan perdagangan orang dalam atau insider trading.
Penahanan Wesley Bastista, bos perusahaan pengepakan daging terbesar di dunia JBS, menyusul penangkapan saudaranya, Joesley, mantan anggota dewan perusahaan tersebut.
Wesley Batista diduga menerima untung ilegal dari perdagangan saham JBS dan pertukaran mata uang dolar AS pada April dan Mei, sebelum saham JBS dan mata uang Brasil merosot menyusul informasi mengenai aktivitas suap antara Joesley Batista dan Presiden Brasil Michel Temer.
Dalam surat perintah yang keluar pada Rabu, hakim federal Joao Batista Goncalves mengatakan adik kakak tersebut "tidak akan menghindar menggunakan pengaruh mereka untuk keuntungan pribadi".
Goncalves menuduh keduanya memeras pejabat-pejabat publik dan menyuap lebih dari 1.000 politisi.
Joesley Batista memicu krisis politik Maret lalu setelah diam-diam merekam Presiden Temer membicarakan pembayaran uang suap untuk membungkam mantan sekutunya.
Rekaman dan kesaksian adik kakak tersebut sekarang menjadi kunci penyelidikan dalam skandal yang juga melibatkan presiden Brasil.
Batista bersaudara membuat penawaran permohonan dengan polisi sebagai imbalan atas pengakuan mereka. Namun perjanjian itu dicabut pada Minggu setelah muncul rekaman baru yang menunjukkan Joesley Batista menyembunyikan sejumlah informasi dari jaksa penuntut.
Pengacara adik kakak tersebut, Pierpaolo Cruz Bottini, menuduh pihak berwenang menyerang balik klien-kliennya.
"Negara Brasil menggunakan semua cara untuk membalas dendam terhadap mereka yang bekerja sama dengan hukum," kata Bottini dalam pernyataannya.