Maria Elisa Hospita
13 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Dewan Yudisial Muslim (MJC) menyatakan bahwa Kota Cape Town di Afrika Selatan tak melarang azan (seruan ajakan salat bagi Muslim).
Hal itu disampaikan sebagai klarifikasi atas sejumlah klaim yang beredar di media sosial bahwa otoritas berniat melarang azan, yang kemudian memicu kekhawatiran di antara umat Muslim.
"Kami menggelar pertemuan dengan para pejabat kota pada Selasa dan mereka setuju untuk mengirimkan seorang ahli yang akan memastikan tingkat volume suara di salah satu masjid kami berada di batas aman," kata Syekh Isgaak Taliep, jurubicara MJC, kepada Anadolu Agency.
“Warga Afrika Selatan menikmati kebebasan beragama. Namun, kami menerapkan praktik kebebasan beragama ini dengan penuh tanggung jawab, karena kami hidup di tengah-tengah masyarakat multi-agama dan multi-budaya,” tegas dia.
Sementara itu, Wakil Presiden MJC Shaykh Riad Fataar mengatakan bahwa mereka memastikan agar volume suara azan di Western Cape diatur lebih rendah dari tingkat yang dianjurkan dalam peraturan daerah.
Populasi Muslim terbesar di Afrika Selatan tinggal di wilayah barat Cape Town.
Selama 350 tahun terakhir, Muslim yang tinggal di Cape Town memiliki beberapa masjid dan situs keagamaan di seluruh penjuru kota.
Dua persen dari 57 juta penduduk Afrika Selatan adalah umat Muslim.