Maria Elisa Hospita
23 April 2018•Update: 23 April 2018
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Puluhan ribu warga Afrika Selatan terpaksa membayar biaya besar atau terlunta-lunta setelah serikat pengemudi bus melakukan mogok nasional untuk menuntut upah dan kondisi kerja yang lebih baik.
“Saya telah membeli tiket bus bulanan untuk pergi-pulang dari rumah ke kantor. Sekarang saya terpaksa membayar lebih banyak uang untuk naik taksi,” tutur Malume Jackson, salah satu warga Johannesburg.
Aksi mogok yang berlangsung sejak Senin lalu terus berlanjut hingga pekan ini karena perusahaan dan serikat pekerja gagal mencapai kesepakatan.
Menurut juru bicara Serikat Pekerja dan Transportasi Afrika Selatan, Zanele Sabela, para pekerja menuntut kenaikan gaji sebesar 9,5 persen, namun ditolak oleh perusahaan.
Setiap pengemudi bus di Afrika Selatan mendapatkan gaji bulanan minimum 6.070 rand (USD500) dengan jam kerja lebih dari 10 jam.
Zanele mengatakan, hampir 20 persen penduduk Afrika Selatan bergantung pada bus untuk transportasi pulang-pergi setiap harinya, karena cukup murah dan aman.
"Satu perusahaan bus PUTCO mengangkut 200 ribu penumpang per hari," jelas dia, dengan menambahkan bahwa pengemudi dari 50 perusahaan bus ikut berpartisipasi dalam aksi mogok itu.
Aksi mogok buruh terbilang sering terjadi di Afrika Selatan, di mana serikat pekerja memperjuangkan hak-hak mereka.