Maria Elisa Hospita
22 Oktober 2018•Update: 22 Oktober 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Jam malam selama 24 jam telah diberlakukan di barat laut Nigeria karena pemerintah khawatir bentrokan baru akan terjadi setelah 55 orang terbunuh dalam kekerasan komunal.
"Kami mengumumkan bahwa jam malam selama 24 jam di Kota Kaduna dan sekitarnya telah diberlakukan," kata Gubernur Kaduna Nasir el-Rufai pada Minggu malam.
El-Rufai mendesak penduduk untuk mematuhi instruksi yang diberikan "demi kebaikan bersama".
Menurut warga, jam malam tersebut adalah untuk mencegah pecahnya kekerasan di area Gonin Gora.
“Sejumlah pemuda sudah mulai bergerak untuk melanggar aturan. Mereka melemparkan batu ke kendaraan yang melintas atau mengganggu pejalan kaki,” ungkap Haruna Ilyasu, seorang warga di daerah itu, kepada Anadolu Agency melalui telepon.
Hal itu terjadi sehari setelah polisi mengkonfirmasi bahwa 55 orang tewas dalam kekerasan komunal pada Kamis dan Jumat pekan lalu di Kota Kasuwan Magani.
Secara terpisah, lembaga bantuan Nigeria mengkonfirmasi 12 orang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Boko Haram di timur laut Negara Bagian Borno.
Bashir Garga, kepala regional Badan Manajemen Keadaan Darurat Nasional (NEMA), mengatakan serangan itu terjadi di Kalle, sebuah desa yang terletak hanya 17 kilometer (11 mil) dari Ibu Kota Borno, Maiduguri.
Sebagian besar korban tewas adalah petani.