Rıskı Ramadhan
21 Januari 2018•Update: 22 Januari 2018
ANKARA
Kepala Staf Umum militer Turki pada Sabtu malam mengatakan bahwa hanya teroris, tempat penampungan, bangunan, senjata dan kendaraan milik teroris yang ditargetkan dalam "Operasi Cabang Zaitun" di wilayah Afrin, Suriah.
"Setiap jenis perhatian dan kepekaan akan ditunjukkan agar warga sipil dan orang-orang yang tidak bersalah tidak dirugikan," kata Jenderal Hulusi Akar dalam rekaman video yang dirilis oleh Staf Umum Turki.
Turki memulai operasi tersebut pada Sabtu pukul 17.00 waktu Turki [1400GMT].
Operasi tersebut bertujuan untuk membentuk keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, memberantas teroris dan melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi tersebut dilakukan dalam kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB dan hak pembelaan diri yang tercantum kesepakatan PBB, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan sebelumnya.
PYD/PKK adalah perpanjangan tangan organisasi teroris PKK yang beroperasi di Suriah. PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
PKK telah melakukan teror di Turki selama lebih dari 30 tahun, dan menewaskan hampir 40,000 orang. Lebih dari 1,200 aparat keamanan Turki tewas oleh serangan PKK sejak 2015 saja, menyusul gagalnya gencatan senjata antara Turki dan PKK.