16 Agustus 2017•Update: 16 Agustus 2017
Mohammed Dhaysane
MOGADISHU, Somalia
Organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) pada Selasa mendorong pemerintahan Somalia untuk menginvestigasi pelanggaran HAM yang dilakukan mantan wakil pemimpin kelompok militan al-Shahab yang menyerahkan diri pada pemerintah pekan ini.
“Hukum internasional melarang amnesti bagi mereka yang melakukan pelanggaran berat. Mukhtar Robow menduduki posisi penting di al-Shahab pada saat kami mendokumentasi mereka melakukan penyerangan terhadap warga sipil, merekrut anak-anak secara paksa dan perlakuan kejam lainnya,” bunyi pernyataan HRW.
Pemerintah Somalia harus menyelidiki peran Robow dan memastikan mereka dibalik kejahatan itu tidak lolos dari hukuman, tambah mereka.
Mukhtar Robow Ali, juga dikenal dengan nama Abu Mansur, pada Selasa mengumumkan dia telah meninggalkan al-Shabab lebih dari 5 tahun lalu
“Saya mundur karena perbedaan ideologi 5 tahun dan 7 bulan lalu,” katanya dalam konferensi pers di ibukota Somalia, Mogadishu.
“Saya tinggal di area Bakol dan al-Shabab menyerang saya disana. Mereka mencoba membunuh saya, namun saya menyelamatkan diri,” tambahnya.
Pemerintah Somalia menyambut baik konfirmasi Robow yang mengatakan dia sudah meninggalkan kelompok itu.