BRUSSELS
Para pemimpin Uni Eropa (UE) akan mengadakan pertemuan puncak akhir tahun pada Kamis untuk membahas topik paling mendesak di benua itu, seperti kegiatan militer Rusia yang mengancam Ukraina, masa depan kebijakan pertahanan UE, dan perang melawan Covid-19.
Tiga pemimpin baru-baru ini dilantik – Kanselir Jerman Olaf Scholz, Kanselir Austria Karl Nehammer, dan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson – akan bergabung dengan sejawat mereka untuk pertama kalinya di KTT Uni Eropa.
Masalah kebijakan luar negeri dan keamanan akan mendominasi agenda pertemuan, termasuk pengerahan militer Rusia yang dianggap mengancam integritas teritorial Ukraina, krisis migrasi di sepanjang perbatasan Belarusia, dan strategi pertahanan yang dipresentasikan bulan lalu oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.
Para kepala negara dan pemerintahan diperkirakan tidak akan mengambil keputusan lebih lanjut mengenai sanksi terhadap Rusia meskipun pejabat tinggi Uni Eropa beberapa kali menegaskan dalam beberapa pekan terakhir bahwa serangan terhadap Ukraina akan mengakibatkan konsekuensi politik dan ekonomi yang tinggi bagi Rusia.
Seperti yang dijelaskan Borrell pada Selasa di Parlemen Eropa, para diplomat blok itu telah mempersiapkan skenario untuk semua jenis tindakan yang mungkin diambil Rusia, tetapi mereka bekerja dalam “mode pencegahan,” berharap untuk menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.
Para pemimpin Uni Eropa juga akan melanjutkan diskusi tentang Kompas Strategis, strategi keamanan dan pertahanan yang disampaikan oleh Borrell kepada para menteri luar negeri UE bulan lalu.
Pembatasan perjalanan terkait Covid-19
Para kepala negara dan pemerintahan Uni Eropa juga akan membahas upaya blok tersebut untuk memerangi pandemi Covid-19.
Seperti yang dijelaskan Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa, pada Rabu di Parlemen Eropa, lebih dari 300 juta orang – atau sekitar 66,6 persen dari seluruh populasi UE – telah mendapatkan vaksinasi utama, dan 62 juta sudah mendapat suntikan booster.
Percakapan para pemimpin Uni Eropa akan berfokus pada mengatasi keraguan vaksin dan mempromosikan booster karena banyak warga Uni Eropa masih menolak mendapatkan suntikan vaksin, dan ada juga perbedaan besar antara tingkat inokulasi di negara-negara anggota.
Selain itu, para kepala negara dan pemerintahan juga akan membicarakan koordinasi langkah-langkah terkait pandemi, termasuk pembatasan perjalanan setelah Italia memutuskan awal pekan ini untuk menuntut tes PCR dari para wisatawan yang memasuki negara itu meski mereka divaksinasi dan memegang sertifikat digital blok tersebut.
Para pemimpin juga akan membahas harga energi yang tinggi dan inflasi yang meningkat.
Para kepala negara dan pemerintahan dari 27 negara anggota Uni Eropa telah berkumpul di Brussel pada Rabu untuk berpartisipasi dalam KTT Kemitraan Timur dengan para pemimpin Georgia, Azerbaijan, Ukraina, Moldova, dan Armenia