Ekip
06 Oktober 2021•Update: 08 Oktober 2021
TRIPOLI, Libya
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Libya pada Selasa menyetujui penyelenggaraan pemilihan legislatif ditunda hingga 30 hari setelah pemilihan presiden.
Juru Bicara DPR Libya Abdullah Blehaq mengatakan di Facebook bahwa parlemen selama rapat pada Selasa menyetujui untuk mengadakan pemilihan parlemen 30 hari setelah pemilihan presiden negara itu.
Menurut road map yang diprakarsa oleh PBB, pemilihan parlemen dan presiden dijadwalkan akan diadakan secara bersamaan pada 24 Desember.
Undang-undang pemilu di Libya berbeda-beda versi di antara Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Tinggi Negara, Pemerintah Persatuan Nasional, dan Dewan Presiden.