Shadi Khan Saif
21 November 2017•Update: 21 November 2017
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Pasukan AS di Afghanistan (USFOR-A) meluncurkan operasi gabungan dengan pasukan Afghanistan memberantas pabrik pengolahan bunga poppy milik militan, kata pemerintahan Kabul pada Senin. Diketahui bahwa bunga poppy adalah bahan dasar narkotika jenis opium.
Pernyataan dari Istana Presiden mengatakan sejauh ini delapan pabrik produsen narkotika telah dihancurkan dalam operasi itu di provinsi Helmand. Pemerintah juga mengatakan pemberantasan narkotika tetap menjadi tujuan utama Afghanistan.
"Pemerintah Afghanistan sadar sulitnya menegakkan kedamaian dan stabilitas tanpa memerangi ekonomi kriminal. Oleh karena itu, kami mengambil keputusan dan langkah penting dalam menghapus sumber perdagangan narkotika," bunyi pernyataan dari Presiden Ashraf Ghani.
Dalam sebuah konferensi pers, Letjen Mohammad Sharif Yaftali, Kepala Staf Umum pasukan Afghanistan, mengatakan razia di Helmand menghancurkan pabrik bunga poppy yang menghasilkan hingga 60 persen pemasukan bagi militan. Pernyataan itu didukung oleh Jenderal John Nicholson, komandan USFOR-A.
"Operasi gabungan kami dalam 24 jam terakhir menunjukkan tekad kami memberantas teroris dan pendukung mereka khususnya di lingkaran narkotika," kata Jenderal Nicholson.
Pekan lalu, Kementerian Anti-Narkotika Afghanistan dan lembaga anti-narkotika PBB UNODC mengungkapkan bahwa produksi opium di Afghanistan mencapai tingkat tertinggi pada 2017, naik 87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Helmand tetap menjadi lumbung produksi bunga poppy, diikuti provinsi Kandahar, Badghis dan Faryab.
Nicholson mengatakan harga yang dipatok untuk bunga poppy Afghanistan sangat tinggi dan Taliban bisa menghasilkan hingga USD 200 juta per tahun dari perdagangan itu.
Dia juga memperingatkan agar negara-negara tetangga Afghanistan tidak ikut campur untuk kepentingan pribadi.