29 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
BAGHDAD
Pasukan Irak telah menemukan sebuah kuburan massal - yang tampaknya berisi sisa-sisa tentara yang tewas dan anggota polisi- di provinsi Kirkuk utara, kata Kementerian Pertahanan Irak pada hari Sabtu.
"Sebuah kuburan massal ditemukan yang tampaknya berisi sisa-sisa 50 personel tentara dan polisi yang dibunuh oleh teroris Daesh di desa Al-Bakara di distrik Hawija, Kirkuk," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis.
"Kuburan akan digali - dan jenazah diperiksa - sesuai dengan prosedur hukum yang benar," imbuh mereka.
Awal tahun ini, sumber-sumber militer mengatakan pasukan keamanan telah menemukan dua kuburan massal yang berisi sisa-sisa belasan anggota tentara Irak dan polisi yang telah dibunuh oleh Daesh di Hawija.
Pada 8 Oktober lalu, pasukan Irak mengumumkan mengambil kembali Hawija, yang merupakan salah satu benteng terakhir kelompok teroris yang tersisa di negara tersebut.
Hamed al-Obaidi, seorang kapten polisi Kirkuk, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan keamanan telah ditugaskan untuk menyelidiki kuburan massal yang ditemukan di distrik tersebut.
Menurut al-Obaidi, nasib puluhan personil militer Irak tetap tidak diketahui sejak pertengahan 2014, ketika Daesh menguasai wilayah yang luas di Irak dan Suriah.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Daesh telah mengalami serangkaian kekalahan besar di tangan militer Irak dan koalisi pimpinan A.S.
Pada bulan Agustus misalnya, kelompok tersebut kehilangan Tal Afar di provinsi Nineveh utara Irak. Dan satu bulan sebelumnya, kota Mosul - yang pernah menjadi ibukota ‘khilafah’ Daesh diumumkan berhasil jatuh ke tangan tentara setelah pengepungan sepanjang sembilan bulan.
Dilaporkan oleh Hussein al-Amir; dituliskan oleh Mahmoud Barakat