Chandni
17 Februari 2018•Update: 18 Februari 2018
Anees Suheil Barghouti
RAMALLAH, Palestina
Puluhan warga Palestina mengalami luka-luka pada Jumat menyusul bentrokan dengan pasukan Israel di kawasan Tepi Barat dan Jalur Gaza, menurut sebuah LSM Palestina.
Pasukan Israel menggunakan peluru timah dan karet serta gas air mata untuk membubarkan demonstran Palestina. Sekitar 130 demonstran dilaporkan terluka.
"Sebanyak lima warga Palestina terluka karena senjata api sementara 25 orang lainnya mengalami kesulitan bernapas setelah menghirup gas air mata," kata lembaga Bulan Sabit Merah Palestina (PRC) lewat sebuah pernyataan.
"Di Nablus dan Qalqiya di Tepi Barat, tiga orang demonstran Palestina terluka karena senjata api dan 23 lainnya karena peluru karet. Sebanyak 46 kesulitan bernapas setelah gas air mata," lanjut mereka. "Sementara itu di Jericho, 50 demonstran terluka."
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan 23 pengunjuk rasa di Jalur Gaza juga mengalami luka-luka setelah ditembaki pasukan Israel.
Ketegangan di kawasan Palestina memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu.
Langkah itu dikecam dunia serta memantik protes dan bentrokan di teritori Palestina yang membunuh setidaknya 25 orang.