Maria Elisa Hospita
14 April 2020•Update: 14 April 2020
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih kendali atas delapan kota dekat Tripoli dari milisi yang setia kepada panglima perang Khalifa Haftar.
"Pasukan GNA berhasil merebut kembali Kota Sorman, Sabratah, Al-Ajaylat, Al-Jamil, Qirdalin, Zelten, Al-Assah, dan Mellitah," ungkap juru bicara pasukan GNA Mohammed Qanunu dalam sebuah pernyataan.
Menurut dia, pasukan GNA kini melanjutkan Operasi Badai Perdamaian dan mengejar anggota milisi yang melarikan diri.
Dalam operasi ini, GNA juga berhasil mengamankan jalan di tenggara Tripoli yang berbatasan langsung dengan Tunisia.
GNA diserang oleh pasukan Haftar sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Libya pun meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan di ibu kota.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Gaddaffi pada 2011, dua kursi kekuasaan muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan komunitas internasional.
*Ditulis oleh Mahmoud Barakat, Ali Abo Rezeg, Zehra Nur Duz di Ankara