26 Agustus 2017•Update: 29 Agustus 2017
Alpha Kamara
SIERRA LEONE
Masyarakat Sierra Leone menderita paparan limbah beracun setiap hari dan pemerintah harus melakukan sesuatu, demikian peringatan dari pakar hak lingkungan PBB Jumat.
Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan PBB, ahli lingkungan ini menyatakan bahwa butuh tindakan dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah.
“Banyak tindakan hemat biaya yang belum dilakukan,” kata Pelapor Khusus Pengelolaan Lingkungan HAM Baskut Tuncak setelah mengakui langkah-langkah yang diperlukan ke depan untuk proteksi yang lebih kuat setelah selesainya era perang saudara di Sierra Leone tahun 2003.
“Saya mengamati implikasi serius dalam hak-hak manusia yang diakibatkan limbah beracun. Saya menyaksikan masyarakat di dalam dan sekeliling pusat pembuangan limbah Kota Freetown –termasuk anak-anak dan ibu hamil—bernafas dalam tebalnya kabut polusi udara, minum, mandi dan bersih-bersih dalam air yang beracun dan makan daging yang terkontaminasi limbah,” kata Tuncak.
"Yang menjadi perhatian serius adalah kurangnya data yang dapat diandalkan tentang emisi terhadap udara, air dan tanah polutan. Adalah penting bahwa pemerintah melakukan pemantauan yang kuat terhadap pencemaran air dan makanan, polusi udara, kondisi ketenagakerjaan dan indikator kesehatan utama untuk memetakan area prioritas untuk intervensi, "tegasnya.
Dia merekomendasikan bahwa pertambangan dan pertanian memerlukan perhatian khusus, dan pemerintah juga harus memastikan bahwa limbah kota, polusi udara dan bahan kimia ditangani dengan benar.
Selain itu pemerintah harus mempercepat penerapan undang-undang dan kebijakan baru tentang perburuhan, pestisida dan bahan kimia industri.
Pelapor Khusus PBB untuk lingkungan akan menyajikan laporan dan rekomendasi komprehensif kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB Di Sierra Leone pada bulan September 2018.