Maria Elisa Hospita
25 Oktober 2019•Update: 26 Oktober 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet mengatakan bahwa dia mengirim misi khusus untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Chile.
Selama sepekan terakhir, negara Amerika Selatan itu menghadapi gelombang protes mahasiswa yang dipicu kenaikan tarif kereta metro.
"Setelah memantau krisis di #Chile, saya memutuskan mengirim misi verifikasi untuk menginvestigasi tuduhan pelanggaran HAM," kata Bachelet via Twitter.
Setidaknya 19 orang tewas, di mana sebagian besar kematian terjadi selama penjarahan pertokoan pada Minggu.
Pada Selasa malam, Presiden Chile Sebastian Pinera meminta maaf kepada warganya karena "kurangnya visi" untuk menyelesaikan masalah yang terakumulasi selama beberapa dekade.
Dia juga mengumumkan agenda sosial dan ekonomi yang baru termasuk biaya perawatan medis yang akan ditanggung negara, kenaikan upah minimum, dan penundaan kenaikan tarif listrik.
Menurut Badan Statistik Chile, setengah dari jumlah total buruh di negara itu menghasilkan USD550 atau kurang per bulannya.
Pemerintah Chile mendeklarasikan masa darurat 15 hari pada Sabtu lalu.