Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
12 Agustus 2018•Update: 13 Agustus 2018
Hassan Isilow dan John Cassim
JOHANNESBURG
Pelantikan presiden Zimbabwe yang dijadwalkan pada Minggu ditunda karena alasan legal dari kubu oposisi.
Kubu oposisi, Aliansi Gerakan Perubahan Demokratik (MDC-A) meminta tindakan hukum pada Jumat untuk menghentikan pelantikan Presiden Emmerson Mnangagwa, dengan alasan bahwa sang calon presiden melakukan kecurangan pada pemilihan umum 30 Juli.
Komisi Pemilihan Umum Zimbabwe (ZEC) menyatakan Mnangagwa sebagai pemenang dengan 50,8 persen suara. Nelson Chamisa dari MDC-A meraup 44,3 persen suara.
MDCA segera menolak hasil tersebut dengan menyatakan ada kecurangan.
Pekan lalu, pendukung oposisi menggelar aksi protes setelah pemilihan umum yang mengakibatkan tewasnya enam orang karena ditembak oleh polisi.
"Kami telah mengirim tuntutan kami kepada pengadilan untuk menyatakan Nelson Chamisa sebagai pemenang karena bukti yang diberikan kepada pengadilan sejauh ini, atau kami ingin pengadilan menyatakan hasil pemilu batal demi hukum," Thabani Mpofu, pengacara untuk MDCA mengatakan kepada Anadolu Agency.
Dia mengatakan pengadilan memiliki waktu 14 hari untuk memutuskan sebelum pelantikan dapat dilakukan atau tidak.