Hayati Nupus
16 April 2019•Update: 17 April 2019
Can Erozden
ANKARA
Petugas pemadam kebakaran mengatakan pada Senin bahwa mereka tidak yakin dapat menyelamatkan Katedral Notre Dame yang ikonik di Paris dari kebakaran hebat menghancurkan.
Jean-Claude Gallet, pejabat senior pemadam kebakaran, mengatakan kepada media Prancis: "Kami tidak yakin bisa mencegah agar api tidak menyebar.”
Dia menambahkan bahwa 1,5 jam berikutnya amat penting karena api dapat menyebar ke menara kedua dan menara tempat lonceng tergantung.
Sebelumnya, harian Prancis Le Figaro melaporkan bahwa atap katedral runtuh total.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menunda pidato kenegaraannya dan menulis lewat Twitter: “Sebagai warga negara, saya sedih malam ini melihat bagian dari kita terbakar.”
Walikota Paris Anne Hidalgo mencuitkan: “Kebakaran mengerikan terjadi di Notre Dame de Paris. Petugas pemadam kebakaran mencoba mengendalikan api.”
Laurent Nunez, sekretaris negara untuk menteri dalam negeri Prancis, mengatakan sejauh ini dilaporkan belum ada korban.
Begitu pula, penyebab kebakaran belum diketahui.
Notre Dame–yang berarti 'Our Lady'– berdiri sejak 1345 dan menjadi salah satu tempat wisata terpenting di Paris.
Bergabung dengan seluruh dunia, Turki mengekspresikan kesedihan atas kobaran api yang menelan karya agung bersejarah itu.
“Kami memantau kebakaran yang menghancurkan katedral Notre Dame di Paris dengan sangat sedih," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam sebuah tweet.
"Hancurnya karya arsitektur ini adalah malapetaka bagi seluruh umat manusia," tambahnya.
“Dengan sangat berat hati, kami menerima berita dahsyat tentang kebakaran di Paris, Prancis. Katedral Notre Dame bukan hanya simbol Prancis, melainkan juga bagian warisan bersama umat manusia,” ujar direktur komunikasi kepresidenan Turki Fahrettin Altun lewat Twitter.