Muhammad Abdullah Azzam
09 Februari 2021•Update: 09 Februari 2021
Mehmet Tosun
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Senin malam membahas isu hubungan bilateral, masalah regional, dan hubungan Turki-Uni Eropa (UE) melalui konferensi video.
Kedua pemimpin juga membahas peningkatan kerja sama antara kedua negara, menurut pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turki.
Dalam pembicaraan video, Erdogan menekankan tekad Turki untuk meningkatkan hubungan dengan UE, meningkatkan komunikasi dan melakukan pembicaraan teknis dengan blok tersebut pada periode menjelang pertemuan KTT Pemimpin UE yang akan diadakan pada Maret.
Menyoroti pendekatan UE yang adil dan konstruktif terhadap Turki akan menguntungkan kedua belah pihak, Erdogan mengulangi seruannya untuk memperbarui kesepakatan pengungsi yang ditandatangani pada 18 Maret 2016.
Perjanjian tahun 2016 bertujuan untuk mencegah migrasi gelap melalui Laut Aegea dengan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap perdagangan manusia dan memperbaiki kondisi hampir empat juta pengungsi Suriah di Turki.
Kesepakatan itu juga memungkinkan percepatan tawaran keanggotaan Turki di Uni Eropa dan bebas visa bagi warga Turki di wilayah Schengen.
Presiden Turki juga menegaskan kembali harapannya pada KTT Turki-Uni Eropa yang akan diadakan sebelum masa kepresidenan Portugal di Dewan Uni Eropa berakhir.