Kasım İleri
14 November 2017•Update: 14 November 2017
Kasım İleri
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) mengaku bukanlah pihak di balik persetujuan antara PKK/PYD dengan Daesh, namun AS tetap menghormati keputusan kedua belah pihak.
Daesh sepakat menarik diri dari Raqqa usai meneken persetujuan dengan PKK/PYD. Daesh juga diberikan kesempatan untuk melebur dengan masyarakat sipil.
Jubir Pentagon Eric Pahon mengatakan persetujuan kedua kelompok teroris tersebut sebagai solusi penyelesaian masalah lokal.
“Kami tidak seluruhnya setuju dengan langkah mitra kami (PKK/PYD), tapi kami tetap menghormati mereka dalam mengatasi masalah,” ungkap Pahon.
Pohan mengatakan PKK/PYD telah membuat persetujuan dengan majelis rakyat Raqqa dan pemimpin kabilah Arab.
Pahon mengatakan pejabat senior koalisi AS anti Daesh mengamati dari dekat perkembangan dari persetujuan tersebut.
“Koalisi tidak memiliki peran aktif dalam perundingan tersebut,” kata dia.
Pahon menambahkan semua rakyat sipil akan meninggalkan Raqqa tanpa melewati proses pemeriksaan, namun militan asing yang tergabung dalam Daesh akan ditangkap.
Stasiun TV inggris BBC memberitakan bahwa persetujuan yang didukung AS tersebut bersifat rahasia”. Namun jubir koalisi anti-Daesh kolonel Ryan Dillon membantahnya lewat akun Twitternya.
“Ini bukan rahasia. Kami telah menggelar konferensi pers dengan media pada 10 dan 14 Oktober, termasuk di dalamnya Radio BBC. Ini upaya mencari solusi dari permasalahan lokal. Walau koalisi tak sepenuhnya setuju, tapi kami menghormati keputusan tersebut,” ujar dia.