Rıskı Ramadhan
12 Desember 2017•Update: 13 Desember 2017
Kasim Ileri
WASHINGTON
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengatakan bahwa pernyataan Rusia akan mengurangi pasukan di Suriah tidak sesuai dengan situasi di lapangan.
"Pernyataan Rusia mundur dari Suriah tidak sesuai dengan situasi pengurangan militer di lapangan," kata juru bicara Pentagon, Kolonel Rob Manning, Senin.
Manning mengatakan, keberadaan militer AS di kawasan bergantung pada keadaan. Pengurangan militer Rusia tidak akan mempengaruhi prioritas Amerika Serikat.
Manning juga menyatakan bahwa koalisi global yang dipimpin AS akan terus beroperasi dan mendukung pasukan lokal di Suriah.
“Koalisi global akan terus beroperasi untuk mendukung pasukan lokal di Suriah untuk melengkapi kekalahan Daesh secara militer,” ujar dia.
Komandan Pasukan Rusia di Suriah, Sergei Surovikin, sebelumnya mengumumkan bahwa Rusia akan menarik 23 jet tempur, 2 helikopter, satuan pasukan khusus, polisi militer dan personil keamanan daerah dari Suriah.
- Pertemuan antara PYD/PKK dan tentara Irak
Manning mengatakan pasukan Irak telah membersihkan perbatasan Irak-Suriah dari Daesh akhir pekan lalu.
Dia menambahkan, petinggi pasukan keamanan Irak telah bertemu dengan PYD/PKK yang juga menggunakan nama SDG di perbatasan pada Minggu.
Dalam pertemuan tersebut, kata Manning, kedua pihak telah mencapai kesepakatan untuk bekerja sama dalam upaya menumpas Daesh di kawasan.
PKK/PYD adalah organisasi teroris PKK cabang Suriah yang sudah lebih dari 30 tahun melancarkan kampanye teror melawan Turki.
AS menyediakan senjata untuk teroris PKK/PYD dengan tujuan melawan Daesh di Suriah. AS mengabaikan kaitan kelompok tersebut dengan PKK yang diakui oleh AS, Uni Eropa, dan Turki sebagai organisasi teroris.
Puluhan ribu orang telah terbunuh sejak PKK meluncurkan kampanye teror di Turki pada tahun 1984.