Maria Elisa Hospita
17 November 2017•Update: 17 November 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Akun resmi Twitter Pentagon kedapatan me-retweet seruan pengunduran diri Presiden Donald Trump dari jabatannya.
Unggahan tersebut berisi seruan pengunduran diri untuk Trump dan sejumlah politikus yang diduga melakukan pelanggaran seksual.
"Solusinya mudah... Roy Moore: mundur dari pertandingan. Al Franken: mundur dari kongres. Donald Trump: mundur dari kursi kepresidenan," tulis Proud Resister dalam akun Twitternya.
Pentagon telah mengklarifikasi unggahan itu dengan mengatakan ada kesalahan teknis dan telah menghapus unggahan bermasalah tersebut.
Meskipun sudah dihapus, namun foto dari unggahan tersebut terlanjur beredar luas.
Juru bicara Pentagon Dana White mengkonfirmasi adanya kesalahan teknis yang disebabkan karena seorang operator berwenang akun @DeptofDefense tidak sengaja me-retweet post yang jelas-jelas tidak mewakili pendapat keseluruhan Departemen Pertahanan.
Kesalahan teknis ini bukan baru pertama kali terjadi. Di hari inaugurasi Trump, akun resmi Layanan Taman Nasional menerbitkan foto perbandingan massa yang berkumpul di inaugurasinya dengan massa saat upacara pengambilan sumpah mantan Presiden Barack Obama pada 2009.
Foto tersebut menunjukkan perbedaan besar dalam jumlah massa, seakan-akan menangkis klaim Trump bahwa jumlah massanya adalah yang terbesar sepanjang sejarah.