Muhammad Nazarudın Latıef
11 Januari 2020•Update: 11 Januari 2020
Yusuf Ozcan
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa dirinya kemungkinan akan menggelar referendum untuk menentukan keputusan dalam memerangi perubahan iklim, Sabtu.
Macron bertemu 150 orang di Dewan Ekonomi, Sosial dan Lingkungan (CESE) di Paris dan membahas langkah-langkah yang mungkin diambil untuk agenda perubahan iklim.
Dia mengatakan referendum harus disetujui oleh Majelis Nasional dan Senat dan setiap perubahan pada masalah ini akan mulai berlaku, jika disetujui publik.
Dia juga mencatat bahwa kenaikan harga bahan bakar yang memicu protes besar adalah "kesalahan."
Demonstrasi yang dikenal sebagai "Protes Rompi Kuning" dimulai pada 17 November 2018 sebagai reaksi terhadap kenaikan biaya bahan bakar dan ketidakadilan ekonomi, tetapi kemudian meningkat menjadi kerusuhan anti-pemerintah.
Para pengunjuk rasa menggunakan rompi kuning, bagian dari alat keselamatan standar di mobil Prancis, agar para demonstran lebih mudah terlihat.