Tuba Sahin
06 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Tuba Sahin
ANKARA
Permintaan emas dunia turun pada 2017 dari tahun sebelumnya, sebut laporan dari Dewan Emas Dunia yang dirilis pada Kamis.
Permintaan emas turun 7 persen di 2017 menjadi 4.071 ton tahun lalu bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebut dewan.
Laporan itu juga menyebut bahwa perbaikan di kuartal keempat gagal memitigasi penurunan sepanjang tahun.
"Permintaan emas sempat menguat di kuartal keempat, naik 6 persen year-on-year menjadi 1.095,8 ton," sebut laporan itu.
Exchange-Traded Funds (ETFs) pada tahun lalu hampir sepertiga dari arus masuk tahun sebelumnya, sehingga menambahkan 202,8 ton untuk angka permintaan.
Sementara itu, permintaan emas batangan dan koin melemah pada 2017, turun 2 persen dibandingkan 2016 karena permintaan dari AS turun tajam hingga ke level terendahnya dalam 10 tahun ini di angka 39,4 ton. Permintaan emas justru menguat di Tiongkok dan Turki, ujar laporan itu.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa cadangan emas resmi juga turun 5 persen year-on-year menjadi 371,4 ton dan menambahkan:
"Turki dan Rusia adalah bank sentral pembeli yang paling menonjol."
Di sisi lain, permintaan emas sebagai perhiasan berada di angka di bawah rata-rata, meskipun sektor ini sempat naik dibanding 2013, yakni sebanyak 4 persen pada 2017 permintaan terbanyak dari India dan China.
Permintaan emas di sektor teknologi menunjukkan peningkatan tahunan pertama sejak 2010, yang didorong oleh banyaknya fitur generasi baru telepon pintar dan kendaraan.