Rıskı Ramadhan
12 Desember 2017•Update: 12 Desember 2017
BRUSSEL
Perdana Menteri Israel sarapan bersama Menteri Luar Negeri negara Uni Eropa (UE) di Brussel, Senin.
Perwakilan Tinggi UE untuk Kebijakan Hubungan Luar Negeri dan Keamanan Federica Mogherini dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers sebelum pertemuan tersebut.
Mogherini mengatakan bahwa kunjungan Netanyahu adalah “peristiwa bersejarah” karena dia merupakan perdana menteri Israel pertama yang mengunjungi lembaga UE dalam 22 tahun terakhir, jangka waktu tersebut sangat lama untuk “sahabat dan mitra”, kata dia.
Mogherini mengatakan bahwa Netanyahu selanjutnya akan bertemu dengan para menteri luar negeri Uni Eropa untuk membahas proses perdamaian Timur Tengah, hubungan bilateral UE-Israel dan isu-isu regional sebagai agenda utama.
“Menemukan solusi komprehensif dan berkelanjutan untuk masalah Israel-Palestina penting bagi kepentingan Israel, terutama untuk kepentingan keamanan,” kata Mogherini.
Karena itu UE akan terus berupaya untuk memulai kembali proses perdamaian antara kedua negara, tambah dia.
“Satu-satunya solusi yang realistis adalah solusi dua negara dalam kerangka perbatasan tahun 1967, yang akan memastikan bahwa Yerusalem menjadi ibu kota dari kedua negara," kata Mogherini.
Mogherini juga menegaskan bahwa harus ada pencegahan meningkatnya ketegangan di kawasan. Dia juga mengecam serangan yang menargetkan orang-orang Yahudi di Eropa dan Israel.
Di sisi lain, Netanyahu mengatakan Eropa dan Israel adalah “sekutu penting” dan bekerja sama untuk perdamaian dan kesejahteraan.
"Kemitraan antara Israel dan Eropa penting bagi Israel dan juga Eropa,” kata dia.
Netanyahu juga mengklaim bahwa mereka telah menawarkan perdamaian kepada Palestina selama 100 tahun namun malah mendapatkan serangan terus-menerus.
“Masyarakat Palestina menyangkal keberadaan dan sejarah Israel. Yerusalem telah menjadi ibu kota bangsa Israel selama 3 ribu tahun,” ujar dia.
Menyebut bahwa umat Yahudi tidak pernah memutus ikatan dengan Yerusalem, Netanyahu mengatakan, “Namun ikatan ini disangkal dengan keputusan konyol di UNESCO dan di platform PBB yang berupaya mengingkari sejarah dan fakta sejarah,” ujar dia.
Netanyahu menilai bahwa perdamaian hanya bisa dibangun dengan menerima kenyataan, "Trump hanya mengungkapkan fakta secara jelas,” kata dia.
Netanyahu mengatakan pemerintah AS akan menawarkan upaya perdamaian baru dalam masalah Israel-Palestina. Dia juga menyatakan, masyarakat Palestina harus menerima keberadaan negara Yahudi dan kenyataan bahwa Yerusalem adalah ibu kota negara tersebut.
“Meski kita belum mencapai kesepakatan, saya yakin semua negara Eropa akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata dia.