Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Mei 2019•Update: 04 Mei 2019
İhvan Radoykov
SOFIA, Bulgaria
Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov mengatakan kerjasama antara Bulgaria dan Turki dalam perjuangan melawan migrasi ilegal berjalan dengan sempurna.
Boyko Borisov berbicara pada pertemuan meja bundar, bertajuk Perlindungan Perbatasan Eksternal Uni Eropa dan Kebijakan Pencegahan Migrasi Ilegal, di ibu kota Bulgaria, Sofia.
"Kerja sama kami dengan Turki dalam memerangi migrasi ilegal bekerja dengan sempurna. Uni Eropa memberikan EUR150 juta (Rp 2,3 triliun) untuk perlindungan fasilitas perbatasan. Pembiayaan ini memberikan hasil positif," kata Borisov.
Menurut informasi yang diberikan oleh Borisov, perbatasan Turki-Bulgaria dilanggar sebanyak 6.904 kali tahun lalu, sementara 761 migran gelap ditahan karena mencoba menyeberang secara ilegal ke Bulgaria pada periode yang sama.
Borisov juga mengatakan bahwa jumlah migran di Turki telah mencapai 4 juta dan situasinya akan semakin buruk.
"Tuhan menyelamatkan kita dari gelombang baru migrasi tidak teratur. Tetapi jika itu terjadi, akan menjadi jelas bagaimana EUR20 miliar (Rp 319,1 triliun) digunakan," ujar dia, merujuk pada investasi UE untuk keamanan perbatasan eksternal.