Ahmet Gurhan Kartal
03 November 2017•Update: 04 November 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May dikecam setelah menunjuk Ketua Fraksi Parlemen Inggris Gavin Williamson sebagai menteri pertahanan yang baru.
Williamson akan menggantikan Sir Michael Fallon yang telah mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu malam karena skandal pelecehan seksual.
Penunjukkan Williamson – yang pernah menjadi manajer kampanye Theresa May dalam perebutan kursi ketua Partai Konservatif – juga mengundang kritik tajam dari Partai Konservatif itu sendiri.
Keputusan tersebut dipertanyakan karena Williamson minim pengalaman dalam bidang pertahanan.
Tak hanya itu, May juga menunjuk wakil Williamson, Julian Smith, sebagai ketua fraksi parlemen yang baru, yang bertanggung jawab untuk menjaga kesatuan suara parlemen.
"Gavin adalah ketua fraksi yang sangat disenangi dan dihormati, dan salah satu tanggung jawabnya adalah memberi nasihat kepada perdana menteri mengenai orang yang sesuai untuk jabatan sepenting menteri pertahanan. Ada baiknya ia menunjuk pemimpin yang lebih berpengalaman dan ahli di bidangnya," cuit Sarah Wollaston, anggota Partai Konservatif, dalam Twitter-nya.
Mantan Ketua Staf Umum Angkatan Darat Jenderal Lord Dannatt mengatakan, penunjukkan Williamson bertujuan untuk mengukuhkan posisi May.