Furkan Güldemir
22 November 2017•Update: 23 November 2017
Furkan Güldemir
BEIRUT
Saad Hariri, PM Lebanon yang mengumumkan mengundurkan diri pada 4 November lalu, menyatakan menunda pengunduran diri tersebut karena permintaan Presiden Lebanon, Michel Aoun.
Saat menghadiri peringatan kemerdekaan Lebanon di Istana Kepresidenan Lebanon, Hariri mengatakan telah memberi surat pengunduran diri kepada Presiden Michel Aoun. Namun langkah itu akhirnya ditunda atas permintaan Presiden Aoun.
“Saya sudah bicarakan masalah pengunduran diri dengan Presiden Aoun. Dia meminta saya untuk menunda dan memusyawarahkan lagi soal pengunduran diri. Saya terima permintaan Aoun tersebut,” kata Hariri.
Proses pengunduran diri dan pertemuan Hariri
Setelah mengumumkan pengunduran diri di Riyadh, Arab Saudi, Hariri bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, selain itu Hariri juga melakukan beberapa pertemuan di Perancis dan Uni Emirat Arab.
Terakhir Hariri bertemu dengan Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi di Kairo sebelum singgah ke Pemerintah Cyprus Yunani.
Saad Hariri, pada 4 November lalu mengumumkan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PM Lebanon di Riyadh, Arab Saudi.
Dalam pidato pengunduran dirinya, Hariri mengatakan, Iran dan Hezbollah merusak kestabilan wilayah tersebut. Dia juga mengungkapkan kekhawatiran akan adanya ancaman pembunuhan yang ditujukan kepadanya.
Sementara itu, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan, “kami khawatir dengan kondisi Hariri saat ini. Dia harus kembali ke Lebanon dan menyampaikan sebab pengunduran diri kalau tidak pengunduran dirinya tidak akan berlaku.”
Melalui saluran televisi di Riyadh, Hariri menyatakan akan segara kembali ke Lebanon dan memenuhi prosedur legal pengunduran dirinya.