Shenny Fierdha Chumaira
08 Desember 2017•Update: 09 Desember 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi berencana menambah jumlah personil di sekitar komplek Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyusul kemungkinan adanya demonstrasi massa selepas shalat Jumat ini.
Meski demikian, polisi enggan menyebutkan angka pasti mengenai berapa personel yang akan diterjunkan.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan personel kepolisian yang akan diterjunkan bersifat dinamis yang tergantung pada dinamika massa pendemo.
"Personel yang kita kerahkan pun situasional. Kalau banyak massa, maka personel yang akan dikerahkan juga banyak," kata Martinus kepada wartawan di Jakarta Jumat.
Pengamanan bisa dilakukan dengan rasio satu banding satu, yakni satu orang personel polisi menangani satu orang pendemo. Namun jika massa menjadi anarkis, maka rasio ini tidak akan digunakan dan sebagai gantinya polisi akan menerjunkan lebih banyak personel.
Diperkirakan sekitar 200 orang akan melakukan berunjuk rasa terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan Trump ini menuai protes keras dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.