Hayati Nupus
10 Februari 2021•Update: 11 Februari 2021
Shweta Desai
PARIS
Perlemen Prancis pada Selasa menyetujui perpanjangan keadaan darurat kesehatan hingga 1 Juni mendatang.
Aturan itu disetujui dengan dukungan 278 suara, sementara 193 lainnya menolak dan dan 13 abstain.
Perdebatan sengit terjadi antara politisi sayap kiri dan kanan.
Politisi sayap kanan menyebut perpanjangan keadaan darurat itu adalah serangan terhadap kebebasan publik.
Pada 20 Januari lalu, majelis rendah dan Majelis Nasional, memberikan lampu hijau untuk memperpanjang keadaan darurat, yang berlaku sejak 23 Maret tahun lalu.
Aturan yang telah beberapa kali diperpanjang itu akan berakhir pekan depan, pada 16 Februari.
Mulanya, Senat menyetujui perpanjangan hingga 3 Mei.
Namun persoalan muncul kembali ketika Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan bahwa jadwal Juni amat penting agar upaya vaksinasi Covid-19 yang sedang berlangsung lebih efektif.
Keadaan darurat memberi pemerintah kekuasaan tak terkendali untuk menerapkan langkah-langkah seperti jam malam dan pembatasan perjalanan.
Pemerintah berpendapat otoritas semacam itu diperlukan demi keberhasilan melawan virus, yang telah merenggut lebih dari 80.000 nyawa dan menginfeksi sekitar 3,3 juta orang di Prancis.