Maria Elisa Hospita
26 Juni 2018•Update: 27 Juni 2018
Viola Fahmy
KAIRO
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Senin berunding dengan Wakil Presiden Irak Iyad Allawi di Kairo di tengah kontroversi hasil pemilihan umum Irak yang digelar bulan lalu.
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis Kepresidenan Mesir, dalam pertemuan tersebut, al-Sisi menyerukan konsolidasi kesatuan nasional di Irak dan menolak sektarianisme.
Diskusi antara keduanya berkisar pada perkembangan situasi di Irak sekaligus negosiasi untuk membentuk pemerintahan baru.
Al-Sisi menekankan "pentingnya memperkuat kohesi masyarakat Irak untuk menggagalkan upaya-upaya yang bertujuan memicu penghasutan".
Sementara itu, Allawi menekankan pentingnya peran institusi-institusi Iran untuk meredakan konflik sektarian dan menghilangkan ekstremisme.
Sejumlah tudingan kecurangan yang mewarnai Pemilu Irak pada 12 Mei telah dibantah oleh koalisi yang unggul dalam pemilu tersebut.
Menurut hasil resmi, koalisi ulama Syiah Muqtada al-Sadr Sairoon mendominasi perolehan suara, dengan memenangkan 54 kursi parlemen, sementara koalisi pimpinan Hashd al-Shaabi memperoleh 47 kursi, dan koalisi Perdana Menteri Haider al-Abadi dengan 42 kursi.