18 Agustus 2017•Update: 18 Agustus 2017
Abdulselam Durdak
FRANKFURT, Germany
Seorang pria Turki yang mencalonkan diri sebagai walikota sebuah kota di Jerman mengatakan kepada Anadolu Agency dia ingin membawa “keramahan, kerajinan dan kepraktisan” orang Turki ke penduduk Offenbach di Frankfurt.
Muhsin Senol, konsultan finansial berusia 44 tahun, adalah satu-satunya kandidat dengan latar belakang migran dalam pemilihan walikota yang diadakan hingga 10 September.
Senol, yang berusia 7 tahun ketika bersama ayahnya berimigrasi ke Jerman, sekarang ingin menjadi walikota kotamadya Offenbach di kota Frankfurt, yang adalah salah satu pusat finansial Eropa.
Dia mendapat dukungan dari kelompok Forum Neues Offenbach, organisasi non-pemerintah yang didirikan imigran opada 2010 untuk menggalang dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.
Pemilih di Offenbach banyak yang dari negara UE lainnya atau memiliki latar belakang migran. Senol menggatakan: “Kami merasa tempat ini adalah tanah air kami.”
Senol telah tinggal disini sejak keluarganya pindah dari Cankiri, di tengah Turki, dimana dia menerima pendidikan dan mendirikan bisnisnya.
Kultur politik
Namun, sepak terjangnya di politik sejak muda menghasilkan beberapa kritik untuk kultur politik Jerman.
“Dulu tidak mungkin bagi orang keturunan Turki dengan mata dan rambut hitam berpartisipasi secara aktif di partai politik. Saya mundur dari partai-partai itu, dengan anggapan Jerman belum siap untuk politikus keturunan Turki.
“Saya sudah mengikuti politik setempat untuk waktu yang lama. Pada 2010, saya mengumpulkan semua organisasi non-pemerintah berlatar belakang asing dan kita memutuskan membentuk koalisi sendiri.”
Sekarang mereka berencana membuat ekonomi Offenbach lebih menarik bagi investor asing dari seluruh dunia. Senol mengatakan: “Ini bisa lebih mudah bagi kita, para imigran, karena memiliki koneksi lebih luas.”
Senol juga mengatakan mereka ingin membangun area hunian baru, membangun sekolah dan memecahkan masalah kemacetan.
“Semua memilki tanggung jawab pada negaranya. Salah satu tanggung jawab ini adalah berkontribusi pada sistem politik.
“Dalam konteks ini, warga negara harus ingin melaksanakan tanggung jawab dan menggunakan hak pilih,” katanya.
“Kita memiliki sekitar 91.000 ribu pemilih disini. Dari mereka hampir 25.000 adalah penduduk UE dan 66.000 adalah warga Jerman. Diantara pemilih Jerman, jumlah warga Turki sekitar 12.000.
“Namun saya adalah kandidat yang ingin melayani semua kelompok,” tambah Senol.