Muhammad Abdullah Azzam
09 Juli 2020•Update: 09 Juli 2020
Ömer Koparan
AL-BAB, Suriah
Ranjau darat yang ditanam oleh Daesh atau yang dikenal dengan ISIS di wilayah al-Bab dekat perbatasan Turki menimbulkan risiko besar bagi warga sipil karena mereka tak dapat membersihkan meski ada upaya pencarian.
Ranjau darat dan bahan peledak kerap menghantui kegiatan pertanian dan peternakan warga, yang merenggut nyawa dan merusak harta benda.
Warga sipil di kota al-Bab, Suriah utara berharap bantuan dari otoritas untuk membersihkan daerah tersebut dari ranjau darat, yang ditanam oleh kelompok teror Daesh/ISIS.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Muhammed Kalso, seorang warga al-Bab yang putranya terluka akibat ledakan ranjau pekan lalu, mendesak pihak berwenang untuk menggelar operasi pembersihan ranjau skala besar di daerah tersebut.
Putranya terluka saat berjalan di tengah desa.
"Jika kita tahu ada ranjau di tengah desa, kita tidak akan membiarkan anak-anak melintasinya. Saya meminta pasukan keamanan untuk melakukan operasi pembersihan ranjau untuk mencegah lebih banyak orang terluka," kata dia.
Kalso mengatakan dirinya berterima kasih kepada tentara Turki dan Tentara Nasional Suriah (SNA) yang telah mengusir teroris dan membersihkan daerah itu dari ranjau.
Pada Februari 2017, pasukan Turki dan Tentara Nasional Suriah (SNA) membebaskan Al-Bab dari kelompok teroris ISIS/Daesh dalam Operasi Perisai Eufrat.
Operasi yang berlangsung selama tujuh bulan sejak Agustus 2016 itu dilakukan untuk memusnahkan kegiatan teroris di sepanjang perbatasan Turki.
Kelompok teror itu menanam ranjau darat untuk mencegah kemajuan pasukan Turki dan SNA.
Meski kegiatan pembersihan telah dilakukan di daerah tersebut, namun masih banyak ranjau yang tersembunyi di tanah dan merugikan banyak warga sipil.