Pizaro Gozali İdrus
29 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia merespons laporan tim pencari fakta PBB terkait genosida terhadap etnis Rohingya.
Indonesia menilai temuan itu kian menuntut Myanmar untuk menjalankan formula 4+1 guna menyelesaikan krisis.
“Indonesia mencatat laporan awal [PBB] yang lengkapnya nanti dikeluarkan September mendatang,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Formula 4+1 yang diusulkan Indonesia tahun lalu itu, pertama, mendesak seluruh pihak di Myanmar, tanpa terkecuali aparat keamanan seperti militer, menahan diri dan menghindari kekerasan dalam menyelesaikan situasi di Rakhine.
Kedua, Myanmar harus bisa segera memulihkan stabilitas dan keamanan di Rakhine secara inklusif.
Ketiga, meminta Myanmar melindungi seluruh warganya tanpa memandang ras dan agama.
Keempat, meminta Myanmar membuka akses kemanusiaan ke Rakhine bagi negara asing dan organisasi internasional.
“Yang plus one agar rekomendasi dari Kofi Annan untuk diimplemantasikan khususnya dalam upaya membangkitkan kegiatan ekhonomi masyarakat Rakhine State,” ujar Arrmanatha.
Indonesia percaya apabila formula 4+1 itu dilaksanakan dapat menyelesaikan krisis di Rakhine State.
“Di dalam tiga poin [awal] ini memang sudah ada langkah tapi belum sesuai yang kita harapkan,” kata Arrmanatha.
Namun demikian, Arrmanatha mencatat ada sejumlah kemajuan dalam akses bantuan kemanusiaan.
“Sudah ada langkah baik di mana Indonesia dan bebragai negara lain dan organisasi internasional sudah memiliki akses bantuan kemanusiaan,” terang dia.