Adham Kako
05 Maret 2018•Update: 05 Maret 2018
Adham Kako
GHOUTA TIMUR, Suriah
Setidaknya 38 warga sipil tewas oleh serangan rezim Bashar al-Assad di di wilayah Ghouta Timur yang terkepung pada Minggu, ujar sumber Pertahanan Sipil Suriah.
Serangan darat dan udara rezim terhadap warga sipil terus berlanjut di dekat ibu kota Damaskus, meski ada keputusan untuk melakukan gencatan senjata secara terpisah oleh Dewasn Keamanan PBB dan Rusia.
Sumber dari Pertahanan Sipil Suriah, White Helmets, mengatakan 31 warga sipil tewas di Distrik Duma dalam serangan udara dan rudal.
Tujuh orang tewas saat pasukan rezim Assad menyerang wilayah perumahan antara distrik Misraba dan Duma dengan roket dan mortir.
Sabtu lalu, pasukan rezim dan pendukungnya maju ke wilayah yang dikuasai oposisi, mengepung kota al-Nashabiya, dan desa-desa di Otaya, Hazrama.
Korban tewas kemungkinan akan meningkat karena serangan masih berlangsung. Jumlah korban di Ghouta Timur sejak 19 Februari mencapai 756 orang.
Sabtu lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah tanpa penundaan.
Ghouta Timur, pinggiran kota Damaskus, telah dikepung selama lima tahun terakhir dan akses kemanusiaan ke daerah tersebut, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang, benar-benar terputus.
Dalam delapan bulan terakhir, kekuatan rezim Assad telah mengintensifkan pengepungan Ghouta Timur mereka, sehingga hampir tidak mungkin bagi makanan atau obat-obatan masuk ke distrik tersebut dan membuat ribuan pasien butuh perawatan.